Video Memicu Perhatian Masyarakat
Beredarnya rekaman tersebut membuat dugaan kekerasan terhadap pelajar menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah siswa terlihat berada di sekitar lokasi ketika peristiwa berlangsung.
Dalam rekaman juga terdengar suara seorang siswa yang mempertanyakan apakah ada yang bersedia memberikan bantuan kepada korban.
Informasi mengenai jumlah orang yang diduga terlibat masih berupa keterangan awal yang beredar di media sosial.
Karena itu, siapa saja yang benar-benar terlibat dalam peristiwa tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan.
Polisi kini menjadi pihak yang berwenang untuk menguji informasi dalam video dengan keterangan saksi dan bukti lainnya.
“Ada yang mau bantu dia? Ada yang mau bantu nggak?” ucap salah satu siswa dalam rekaman tersebut yang menantang siswa lainnya.
Polisi Langsung Menindaklanjuti Informasi yang Beredar
Setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik, Polres Bener Meriah melakukan langkah penyelidikan.
Polisi mulai meminta keterangan dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Penyidik juga akan mengumpulkan berbagai bukti yang dapat membantu proses penanganan perkara.
Polisi menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tidak akan dibiarkan tanpa tindak lanjut.
Penanganan dilakukan untuk memastikan fakta kasus berdasarkan proses hukum, bukan hanya berdasarkan rekaman yang beredar di media sosial.
“Kami memastikan laporan dan informasi yang berkembang di masyarakat ditindaklanjuti secara cepat dan profesional,” ujar Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto dalam keterangannya kepada awak media, dikutip pada Senin, 24 Agustus 2026.