Kejadian tersebut membuat rangkaian KRL harus menjalani proses pemeriksaan dan kendaraan yang menghalangi jalur perlu dievakuasi.
Gangguan itu kemudian berdampak pada perjalanan Commuter Line lintas Tangerang.
Sebanyak 8 perjalanan KRL Tangerang mengalami keterlambatan hingga 48 menit.
KAI Commuter setelah itu melakukan penanganan agar perjalanan di lintasan tersebut dapat kembali berjalan.
Total 18 Perjalanan KRL Terdampak Keterlambatan
Jika digabungkan, terdapat 10 perjalanan KRL lintas Bogor dan 8 perjalanan KRL lintas Tangerang yang terdampak keterlambatan.
Artinya, sedikitnya 18 perjalanan Commuter Line mengalami dampak dari dua insiden tersebut pada Kamis pagi.
Untuk lintas Bogor, keterlambatan tercatat mencapai lebih dari satu jam.
Sementara itu, keterlambatan pada lintas Tangerang mencapai 48 menit.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa satu insiden pada jalur kereta dapat berdampak pada perjalanan sejumlah rangkaian berikutnya.
KAI Commuter kemudian melakukan penguraian keterlambatan untuk mengembalikan perjalanan secara bertahap ke kondisi normal.
KAI Sempat Terapkan Rekayasa Satu Jalur
Untuk mengurangi dampak keterlambatan, KAI Commuter sempat menerapkan rekayasa pola operasi dengan menggunakan satu jalur secara bergantian.
Pada lintas Bogor, rekayasa tersebut diberlakukan di area Pasar Minggu-Manggarai.
Sementara pada lintas Tangerang, pola satu jalur diterapkan antara Rawa Buaya dan Batu Ceper.