nasional

Nenek 84 Tahun Selamat Setelah 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa Flores, Keluarga Sempat Mengira Paulina Pobi Sudah Dievakuasi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:57 WIB
Nenek 84 Tahun Selamat Setelah 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa Flores, Keluarga Sempat Mengira Paulina Pobi Sudah Dievakuasi (Menyoroti insiden seorang nenek 84 tahun yang bertahan selama 4 hari dari reruntuhan akibat gempa yang melanda NTT. Berikut ini kisahnya. (Instagram.com/@bmh_jatim))

Pernyataan tersebut memastikan bahwa Paulina tidak hanya berhasil ditemukan, tetapi juga mendapatkan perawatan setelah melewati kondisi sulit di bawah reruntuhan.

Evakuasi Paulina menjadi salah satu kisah penyelamatan yang muncul dari wilayah terdampak gempa Flores.

Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan beratnya proses pencarian korban di kawasan yang mengalami kendala akses.

Desa Nitunglea Sempat Terisolasi Setelah Gempa Flores

Desa Nitunglea, tempat Paulina tinggal, sebelumnya mengalami keterisolasian setelah gempa mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya.

Baca Juga: Cek Harga Tiket KM Leuser 27 Agustus–8 September 2026 Rute Merauke - Timika - Dobo - Tual - Ambon - Baubau - Makassar - Denpasar - Surabaya

Akses menuju desa tersebut dilaporkan terhambat material longsoran berupa batu berukuran besar dan pohon tumbang.

Kondisi jalan yang tertutup membuat perjalanan menuju desa menjadi jauh lebih sulit dibandingkan kondisi normal.

Warga bahkan harus berjalan kaki sekitar tiga jam dari dermaga untuk mencapai kawasan tersebut.

Situasi geografis dan akses yang terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian serta evakuasi korban bencana.

Kisah Paulina akhirnya menjadi gambaran tentang bagaimana penyelamatan korban harus dilakukan di tengah kondisi wilayah yang masih sulit dijangkau.

Pengungsi Juga Membutuhkan Trauma Healing Pascagempa

Dampak gempa Flores tidak hanya terlihat dari kerusakan bangunan dan korban yang membutuhkan perawatan medis.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menilai kondisi psikologis para penyintas juga perlu mendapat perhatian setelah mengalami bencana besar.

"Para pengungsi ini bukan hanya mereka bukan hanya fisiknya saja yang terluka tapi ada juga kesehatan mental itu yang tidak boleh kita abaikan," ungkap Rudi dalam keterangannya, pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Perhatian tersebut terutama diarahkan kepada anak-anak yang berada di lokasi pengungsian dan menghadapi pengalaman traumatis akibat gempa.

Di titik pengungsian Lapangan Gelora Samador, dilaporkan terdapat 1.207 pengungsi dan proses trauma healing masih dilakukan oleh pihak kepolisian.

Halaman:

Tags

Terkini