“Ini adalah hari pertama terjadinya bencana, datanya akan berkembang terus dan nanti akan diberikan informasi kepada rekan-rekan media secara day-to-day, hari per hari,” kata Suharyanto.
Dengan demikian, angka korban dan kerusakan yang disampaikan BNPB hingga Sabtu sore belum dapat dianggap sebagai data akhir.
Pemerintah dan petugas di lapangan masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak gempa secara lebih menyeluruh.
BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami
Gempa NTT 7,7 magnitudo juga sempat diikuti peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Peringatan tersebut dikeluarkan setelah gempa terjadi pada Sabtu pagi.
BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.
Dalam pemantauannya, BMKG melaporkan adanya gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah satu meter di sejumlah wilayah.
“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun media sosial X pada Sabtu (15/8/2026).
Berakhirnya peringatan tsunami menjadi salah satu perkembangan penting setelah gempa kuat mengguncang wilayah NTT.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah mengenai kondisi pascagempa.
Episenter Gempa Berada di Dekat Mbay
BMKG melaporkan episenter gempa berada pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur.
Lokasi tersebut berada sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Gempa tercatat terjadi pada kedalaman 10 kilometer.
Dengan kekuatan M 7,7 dan kedalaman tersebut, guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dan menimbulkan dampak terhadap bangunan serta fasilitas publik.