Data tersebut masih merupakan laporan awal karena proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban masih berlangsung.
Sekitar 2.000 Warga Mengungsi
Selain korban meninggal dan luka-luka, BNPB mencatat kurang lebih 2.000 warga mengungsi secara mandiri setelah gempa mengguncang NTT.
Pengungsian dilakukan masyarakat sebagai langkah untuk mencari tempat yang lebih aman setelah terjadi gempa kuat.
Jumlah pengungsi tersebut juga masih dapat berubah seiring proses pendataan di sejumlah wilayah terdampak.
BNPB menyampaikan bahwa data pada hari pertama bencana masih akan terus berkembang.
Karena itu, perkembangan jumlah korban, pengungsi, maupun kerusakan perlu terus mengikuti pembaruan dari pemerintah dan lembaga terkait.
Puluhan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak
Dampak gempa NTT 7,7 magnitudo juga terlihat dari kerusakan rumah warga dan sejumlah fasilitas publik.
Berdasarkan data sementara BNPB, terdapat 54 unit rumah yang mengalami rusak berat.
Selain itu, sebanyak sembilan rumah tercatat mengalami rusak sedang dan 11 rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pelayanan masyarakat. BNPB mencatat lima fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.
Satu fasilitas pendidikan, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan juga dilaporkan terdampak gempa.
Sementara itu, sejumlah ruas jalan tertutup longsor. Kondisi kerusakan jalan masih dalam proses pendataan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Data Kerusakan Masih Terus Diperbarui
BNPB menegaskan data kerusakan maupun korban masih dapat berubah karena proses asesmen dan evakuasi masih berlangsung.
Kondisi tersebut wajar terjadi pada hari pertama bencana ketika petugas masih melakukan pencarian korban, pendataan bangunan, serta memastikan kondisi masyarakat di sejumlah lokasi terdampak.