“Meminta klarifikasi apakah terdapat hubungan endorsement, sponsorship, barter layanan, paid partnership, reimbursement, fasilitas perjalanan, atau bentuk kerja sama lain dengan Island Hospital maupun pihak yang mewakilinya,” demikian keterangan dari Nalar Rawat, dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.
“Nalar Rawat memberikan waktu 3x24 jam sejak penyampaian surat untuk menerima klarifikasi yang substantif,” sambungnya.
Permintaan tersebut muncul setelah konten Fahira mengenai perbedaan diagnosis di Indonesia dan Malaysia menjadi perbincangan luas di media sosial.
Konten Pengobatan Fahira di Penang Sebelumnya Viral
Sebelum memberikan klarifikasi, Fahira memang sempat membagikan pengalamannya ketika menjalani pemeriksaan di Island Hospital, Penang, Malaysia.
Dalam konten yang diunggah melalui Instagram pada Minggu, 9 Agustus 2026, ia menceritakan bahwa sebelumnya mendapat diagnosis usus buntu dari tiga rumah sakit di Indonesia.
“Divonis usus buntu di 3 rumah sakit di Indonesia harus segera operasi supaya usus nggak pecah,” ucap Fahira dalam konten tersebut.
Ia mengatakan keluhan yang dirasakan ketika itu berupa demam tinggi, nyeri pada bagian kanan perut, serta muntah-muntah.
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di Penang, Fahira menyampaikan bahwa hasil CT scan menunjukkan kondisi appendix normal dan tidak terdapat tanda peradangan.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi sorotan karena memunculkan pembahasan mengenai diagnosis medis, second opinion, hingga pentingnya konteks lengkap ketika pengalaman kesehatan dibagikan di media sosial.***