“USG menunjukkan appendix 8,1 mm dan aku disarankan operasi. Aku akhirnya memilih untuk operasi di Penang,” ungkap Fahira.
Setelah berada di Penang, Fahira menjalani pemeriksaan menggunakan CT scan untuk memperoleh gambaran kondisi yang lebih jelas.
“Setelah CT scan di Penang, ternyata hasilnya menunjukkan appendix tampak normal dan tidak ada tanda peradangan,” lanjutnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Fahira menyebut tidak ditemukan kondisi usus buntu yang memerlukan operasi.
Ia kemudian menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi alasan dirinya memilih untuk mencari pendapat medis tambahan sebelum menjalani tindakan.
Fahira Sebut Second Opinion Penting untuk Dipertimbangkan
Menurut Fahira, hasil pemeriksaan di Penang membuat dirinya tidak perlu menjalani operasi usus buntu seperti rekomendasi yang sebelumnya diterima.
Ia kemudian menekankan bahwa cerita tersebut tidak dibuat untuk menyalahkan dokter maupun rumah sakit tertentu.
“Ini murni pengalaman pribadiku, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun. Jangan takut bertanya dan mencari second opinion jika memang diperlukan. Setiap kondisi pasien berbeda,” sambungnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pengalaman medis seseorang tidak bisa begitu saja disamakan dengan kondisi pasien lainnya.
Fahira berharap masyarakat dapat mengambil sisi positif dari pengalamannya tanpa langsung menyimpulkan kualitas layanan kesehatan berdasarkan satu kasus.
Polemik tersebut kini berkembang menjadi pembahasan mengenai pentingnya informasi medis yang lengkap ketika sebuah pengalaman kesehatan dibagikan ke publik.
Nalar Rawat Minta Fahira Beri Klarifikasi Terbuka
Konten Fahira juga mendapat perhatian dari organisasi kesehatan Nalar Rawat yang meminta penjelasan lebih lengkap mengenai diagnosis yang diterimanya di tiga rumah sakit Indonesia.
Organisasi tersebut meminta adanya data medis dan kronologi pemeriksaan agar publik dapat memahami konteks perbedaan hasil diagnosis yang disampaikan dalam konten.
Selain persoalan medis, Nalar Rawat juga mempertanyakan kemungkinan adanya hubungan komersial dalam konten mengenai pengobatan Fahira di Penang.