Ia menyebut pasien justru diperiksa di luar ruangan karena kondisi kamar atau ruang pelayanan disebut sudah penuh.
Situasi tersebut menjadi salah satu hal yang kemudian disoroti dalam curhatannya.
Nidia mengungkap bahwa keluarganya tetap menunggu pemeriksaan lebih lanjut meskipun pasien berada di kursi roda.
"Saat masuk ke IGD, bapak terpaksa diperiksa di luar ruangan dengan alasan kamar penuh," ungkap Nidia.
Ia kemudian menceritakan bahwa keluarga masih harus menunggu untuk mengetahui kondisi kesehatan sang ayah.
Keluarga Menunggu Hasil Pemeriksaan
Nidia mengatakan sang ayah sempat menunggu sekitar satu setengah jam setelah berada di area IGD.
Menurut pengakuannya, selama waktu tersebut keluarga belum memperoleh hasil yang menjelaskan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
Ia juga menyebut adanya kendala terkait hasil pemeriksaan darah yang dilakukan terhadap sang ayah.
"Nunggu sekitar 1,5 jam di kursi roda, ternyata bapak sama sekali tidak mendapatkan hasil terkait kondisi sakitnya," sambungnya.
Pengalaman tersebut membuat keluarga semakin khawatir karena kondisi pasien disebut sedang menurun.
Nidia kemudian mengungkap bahwa keluarga berusaha meminta agar sang ayah mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Keluarga Minta Pasien Dirawat Inap
Keluarga Nidia disebut beberapa kali meminta agar sang ayah mendapatkan perawatan atau rawat inap karena kondisi pasien dinilai sudah cukup parah.
Namun, berdasarkan cerita yang dibagikan Nidia, dokter yang menangani saat itu menilai pasien belum memiliki kondisi yang mengharuskan rawat inap.
"Bapak disuruh pulang, (dibilang) tidak perlu rawat inap," beber Nidia.