Menurutnya, pembangunan tidak hanya mengejar aspek fisik, tetapi juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.
Ia menilai bahan seperti ijuk dan rumbai telah digunakan secara turun-temurun karena mampu menyesuaikan diri dengan iklim tropis Indonesia.
Kearifan lokal dalam memilih bahan bangunan dinilai masih relevan diterapkan hingga saat ini.
Presiden berharap penggunaan material alami dapat semakin didorong di berbagai daerah.
"Saya mengajak para gubernur, bupati, dan wali kota untuk menjaga alam kita," ajak Prabowo.
"Kalau bisa menggunakan bahan-bahan yang lebih alami dan lebih sesuai dengan lingkungan kita, kenapa tidak kita dorong," tandasnya.
Atap Asbes Juga Perlu Diwaspadai karena Berisiko bagi Kesehatan
Selain seng, penggunaan atap berbahan asbes juga menjadi perhatian karena memiliki risiko terhadap kesehatan penghuni rumah.
Debu yang berasal dari serat asbes diketahui dapat membahayakan apabila terhirup dalam jangka waktu tertentu.
Risiko tersebut berkaitan dengan potensi munculnya penyakit serius, termasuk kanker.
Karena itu, masyarakat disarankan mulai memperhatikan kondisi atap rumah yang sudah tua atau mengalami kerusakan.
Mengganti atap dengan material yang lebih aman menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas hunian.
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Dukung Hunian Lebih Sehat
Sejalan dengan usulan Presiden Prabowo, Promedia Group bersama PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) menghadirkan program kolaborasi bertajuk 'Ganti Atap Rumah Wartawan'.
Program tersebut mengajak wartawan jaringan Promedia di berbagai daerah untuk memperbaiki atap rumah yang masih menggunakan asbes, seng, maupun atap yang sudah usang.
Atap lama akan diganti menggunakan Alduro, produk unggulan dari PT SKI yang dibuat dari material daur ulang dan ramah lingkungan.