Menurutnya, ia tidak memiliki kapasitas untuk menjawab persoalan yang menyangkut institusi penegak hukum.
Karena itu, ia merasa tidak tepat jika diminta memberikan penjelasan mengenai dugaan tersebut.
"Maksudnya, saya sudah jawab tadi saya tidak tahu. Sebab saya tidak mungkin bertanya apa hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum," sambungnya.
Hotman menegaskan bahwa sejak awal dirinya telah menyampaikan tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut.
Ia berharap penjelasan itu dapat meluruskan kronologi yang terjadi saat konferensi pers.
Bantah Ada Maksud Merendahkan Profesi Wartawan
Hotman Paris menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menghina ataupun merendahkan profesi jurnalis.
Ia menyebut ucapan yang keluar saat itu semata-mata dipengaruhi kondisi emosional ketika menghadapi pertanyaan yang terus berulang.
Menurutnya, ia telah berusaha menjelaskan keterbatasan informasi yang dimilikinya.
"Cuma karena diberondong dengan dua pertanyaan yang saya sudah bilang saya tidak bisa jawab karena saya tidak punya kapasitas menjawab," bebernya.
"Tapi ditanya lagi ditanya lagi sehingga saya jadi emosional," imbuh Hotman.
Ia berharap permintaan maaf yang telah disampaikan dapat diterima oleh insan pers.
Ucapan Kontroversial Berawal dari Konferensi Pers Kasus Febrie
Peristiwa tersebut bermula saat Hotman Paris memberikan keterangan sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung pada Jumat, 17 Juli 2026.
Dalam sesi tanya jawab, ia mendapat sejumlah pertanyaan dari wartawan mengenai perkara yang sedang ditangani kliennya.
Di tengah konferensi pers, Hotman melontarkan kalimat seperti "lu punya otak enggak?" kepada salah satu jurnalis.
Ia juga sempat mengatakan "shut up" serta menyebut wartawan sebagai "pengecut" apabila tidak berani mengajukan pertanyaan kepada Mabes Polri.