nasional

8 Media Promedia Group Jadi Sasaran Serangan DDoS, Diduga Berkaitan dengan Pemberitaan Dugaan Kasus Korupsi

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:53 WIB
8 Media Promedia Group Jadi Sasaran Serangan DDoS, Diduga Berkaitan dengan Pemberitaan Dugaan Kasus Korupsi (Foto Ilustrasi - Menyoroti kasus serangan siber Distributed Denial of Service (DDoS) terhadap sejumlah media yang tergabung dalam ekosistem Promedia Group dalam sepekan terakhir.)

CEO Promedia Group Agus Sulistriyono mengatakan pihaknya melihat ada pola yang berkaitan dengan pemberitaan tertentu.

Ia meminta pihak yang keberatan terhadap pemberitaan menggunakan jalur sesuai aturan pers.

"Kami melihat ada pola yang patut diduga berkaitan dengan pemberitaan tertentu. Kalau ada pihak yang keberatan terhadap sebuah berita, tempuh mekanisme pers. Hubungi redaksi, gunakan hak jawab, atau komunikasikan dengan Promedia. Jangan menggunakan cara-cara kriminal," kata Agus di Bandung, Selasa 23 Juni 2026.

Baca Juga: Bus Timnas Curacao Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan, Begini Desain dan Fasilitas Kendaraan Tim Sepak Bola Modern

Serangan Mencapai Lebih dari 160 Juta Request

Direktur Teknologi Informasi Promedia Group, Rahmad Maulana menyampaikan bahwa serangan yang masuk selama tujuh hari terakhir mencapai angka besar.

Total terdapat lebih dari 160 juta request yang diarahkan ke sejumlah media anggota.

Serangan tersebut bekerja dengan cara mengirimkan permintaan dalam jumlah besar secara simultan.

Tujuannya membuat server kewalahan sehingga layanan sulit diakses pengguna.

Salah satu serangan terbesar terjadi pada Poros Jakarta pada Senin (22/6).

Media tersebut menerima sekitar 32 juta request dalam satu gelombang serangan.

Tim teknologi Promedia kemudian melakukan pendokumentasian terhadap seluruh aktivitas mencurigakan tersebut.

Jejak digital serangan juga dikumpulkan sebagai bahan analisis lebih lanjut.

"Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri server menggunakan sejumlah besar request secara simultan. Tim kami telah mendokumentasikan seluruh jejak digital serangan dan terus melakukan mitigasi untuk memastikan layanan media tetap berjalan normal," kata Rahmad.

Serangan Diduga Berkaitan dengan Artikel Dugaan Korupsi

Halaman:

Tags

Terkini