“Pencantuman nama tersebut murni kelalaian dan kesalahan penafsiran atas izin penggunaan nama dan bukan bentuk keterlibatan,” tegasnya.
Akui Gunakan Nama Kampus Tanpa Persetujuan
Salah satu poin yang paling banyak mendapat sorotan publik adalah penggunaan nama sejumlah universitas sebagai afiliasi penelitian.
Dalam klarifikasinya, Rifaldy Fajar mengakui bahwa penggunaan afiliasi institusi tersebut dilakukan tanpa persetujuan resmi.
Beberapa institusi yang disebut antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung, Telkom University Purwokerto, Universitas Tadulako, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Terbuka, dan Universitas Internasional Semen Indonesia.
“Terkait penggunaan beberapa afiliasi institusi, kami memohon maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa institusi-institusi tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan partisipasi konferensi yang mereka ikuti.
Foundation Disebut Hanya Komunitas Independen
Selain penggunaan nama kampus, publik juga menyoroti keberadaan IMCDS-BioMed Research Foundation yang tercantum dalam penelitian tersebut.
Banyak warganet mempertanyakan legalitas dan asal-usul organisasi tersebut.
Menanggapi hal itu, Rifaldy Fajar menjelaskan bahwa nama tersebut sebenarnya merupakan komunitas riset independen yang dibentuk bersama timnya.
“Kami juga meminta maaf apabila penggunaan kata ‘Foundation’ menimbulkan kesalahpahaman di publik,” tulisnya.
Ia menjelaskan bahwa komunitas tersebut memiliki nama lengkap “The Integrated Mathematical, Computational and Data Science for BioMedicine Research Community” dan bukan lembaga resmi dengan institusi atau homebase tertentu.
Menurutnya, selama mengikuti konferensi mereka tidak pernah mengklaim komunitas tersebut sebagai institusi besar maupun lembaga formal.