KLIK SAJA - Industri penerbangan global mulai menghadapi tekanan besar akibat lonjakan harga bahan bakar jet atau avtur sepanjang 2026.
Sejumlah analis memperkirakan maskapai penerbangan akan mulai memangkas kapasitas penerbangan saat memasuki musim dingin mendatang.
Kondisi ini dipicu oleh margin keuntungan yang semakin tipis di tengah kenaikan biaya operasional.
Beberapa maskapai bahkan dinilai mulai mempertimbangkan penghentian rute yang dianggap kurang menguntungkan.
Tekanan tersebut diperkirakan lebih terasa di Eropa dan Asia yang sangat bergantung pada impor energi.
Situasi ini membuat banyak maskapai mulai berhitung ulang soal jadwal penerbangan musim dingin mereka.
Baca Juga: Mercedes-Benz Bus Perkuat Pasar Bus Premium Indonesia Lewat Kolaborasi dengan Perusahaan Otobus
Harga Avtur Naik Drastis
Kenaikan harga bahan bakar jet menjadi penyebab utama kekhawatiran industri penerbangan global.
Analis Bernstein menyebut harga bahan bakar telah naik sekitar 70 persen sejak konflik geopolitik global memicu gangguan energi internasional.
Lonjakan tersebut membuat biaya operasional penerbangan meningkat tajam dalam waktu singkat.
Rute yang sebelumnya masih menguntungkan mulai kehilangan margin keuntungan karena biaya bahan bakar terlalu tinggi.
Beberapa maskapai bahkan disebut mulai mempertimbangkan pengurangan frekuensi penerbangan untuk mengurangi kerugian.
Kondisi ini diprediksi semakin berat ketika permintaan perjalanan memasuki low season musim dingin.