Musim Dingin Dinilai Kurang Menguntungkan
Maskapai penerbangan diketahui sangat bergantung pada musim panas karena permintaan penumpang biasanya jauh lebih tinggi.
Saat musim panas, tingkat keterisian kursi dan pendapatan maskapai cenderung meningkat signifikan.
Namun ketika musim dingin tiba, permintaan perjalanan biasanya mulai menurun sehingga margin keuntungan semakin kecil.
Dalam kondisi harga avtur mahal, penerbangan musim dingin bahkan dinilai bisa menjadi “tidak ekonomis” untuk dioperasikan.
Karena itu, maskapai mulai mempertimbangkan pemangkasan kapasitas agar tidak mengalami kerugian lebih besar.
Strategi ini dianggap sebagai langkah bertahan di tengah tekanan biaya yang terus naik.
Lindung Nilai Bahan Bakar Mulai Habis
Selama ini banyak maskapai menggunakan sistem hedging atau lindung nilai bahan bakar untuk menekan dampak lonjakan harga minyak dunia.
Namun analis menilai perlindungan tersebut mulai berkurang karena kontrak bahan bakar murah lama perlahan habis.
Artinya, maskapai kini harus membeli bahan bakar dengan harga pasar terbaru yang jauh lebih mahal.
Kondisi itu diprediksi membuat tekanan finansial maskapai semakin berat pada akhir 2026.
Beberapa perusahaan penerbangan dengan kondisi keuangan lemah bahkan dikhawatirkan tidak mampu bertahan.
Maskapai besar dengan neraca kuat seperti Ryanair dan IAG dinilai lebih siap menghadapi situasi ini dibanding operator kecil.
Artikel Terkait
Informasi Jadwal Kapal KM Pangrango Bulan Juni 2026 Rute Ambon – Banda – Namrole – Saumlaki
Info Jadwal Kapal Pelni KM Lawit Periode 1 – 19 Juni 2026 Rute Bima – Denpasar – Surabaya – Kumai – Sampit – Semarang
Info Jadwal Kapal Pelni KM Kelimutu Periode 2 – 25 Juni 2026 Rute Semarang – Kumai – Pontianak – Surabaya – Batulicin – Jakarta
Info Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Periode 2 – 19 Juni 2026 Rute Medan – Tanjung Balai Karimun – Batam – Jakarta
Cek Info Jadwal Kapal Pelni KM Ciremai Periode 1 – 13 Juni 2026 Rute Surabaya – Makassar – Ambon – Sorong – Jayapura