nasional

Program Pembinaan Lapas Semarang Ajarkan Teknik Budidaya Sayur kepada Napi Lewat Praktik Langsung

Jumat, 15 Mei 2026 | 08:00 WIB
Program Pembinaan Lapas Semarang Ajarkan Teknik Budidaya Sayur kepada Napi Lewat Praktik Langsung (Instagram @lapassemarang)

Peserta diajarkan cara mencampur pupuk, sekam, dan media tanam lainnya sebelum dimasukkan ke polybag.

Teknik dasar budidaya sayur ini dinilai penting karena mudah diterapkan secara mandiri setelah bebas nanti.

Selain proses penanaman, peserta juga diberi pemahaman mengenai cara merawat tanaman dengan benar.

Materi lain yang diajarkan meliputi penanganan hama dan penyakit pada tanaman sayur.

Pendekatan praktik langsung membuat warga binaan lebih mudah memahami proses budidaya secara menyeluruh.

Program Ditujukan untuk Bekal Kerja dan Wirausaha

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyebut pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan keterampilan warga binaan.

Baca Juga: Transparansi Retribusi Sampah di Kota Semarang Kini Diperkuat Lewat Pembayaran Digital dan Aplikasi Go Sampah

“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan memberikan bekal ilmu agar warga binaan memiliki peluang bekerja maupun berwirausaha setelah selesai menjalani masa pidana,” ucap Tohari.

Menurutnya, keterampilan pertanian menjadi salah satu kemampuan yang memiliki peluang cukup besar di masyarakat.

Dengan bekal tersebut, warga binaan diharapkan bisa lebih mudah beradaptasi setelah kembali ke lingkungan sosial.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk reintegrasi sosial berbasis keterampilan produktif.

Pelatihan pertanian dianggap mampu memberi peluang ekonomi baru bagi mantan warga binaan.

Lapas Semarang Konsisten Kembangkan Program Ketahanan Pangan

Pelatihan budidaya sayur bukan kali pertama dilakukan Lapas Semarang dalam mendukung program ketahanan pangan.

Halaman:

Tags

Terkini