Peserta diajarkan cara mencampur pupuk, sekam, dan media tanam lainnya sebelum dimasukkan ke polybag.
Teknik dasar budidaya sayur ini dinilai penting karena mudah diterapkan secara mandiri setelah bebas nanti.
Selain proses penanaman, peserta juga diberi pemahaman mengenai cara merawat tanaman dengan benar.
Materi lain yang diajarkan meliputi penanganan hama dan penyakit pada tanaman sayur.
Pendekatan praktik langsung membuat warga binaan lebih mudah memahami proses budidaya secara menyeluruh.
Program Ditujukan untuk Bekal Kerja dan Wirausaha
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyebut pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan keterampilan warga binaan.
“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan memberikan bekal ilmu agar warga binaan memiliki peluang bekerja maupun berwirausaha setelah selesai menjalani masa pidana,” ucap Tohari.
Menurutnya, keterampilan pertanian menjadi salah satu kemampuan yang memiliki peluang cukup besar di masyarakat.
Dengan bekal tersebut, warga binaan diharapkan bisa lebih mudah beradaptasi setelah kembali ke lingkungan sosial.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk reintegrasi sosial berbasis keterampilan produktif.
Pelatihan pertanian dianggap mampu memberi peluang ekonomi baru bagi mantan warga binaan.
Lapas Semarang Konsisten Kembangkan Program Ketahanan Pangan
Pelatihan budidaya sayur bukan kali pertama dilakukan Lapas Semarang dalam mendukung program ketahanan pangan.
Artikel Terkait
Info Jadwal dan Tarif Kapal KM Dharma Kencana 5 Rute Palu – Surabaya PP Periode 15 – 28 Mei 2026
Info Jadwal dan Tiket KM Dharma Kartika 7 Periode 16 -30 Mei 2026 Rute Pontianak – Semarang PP
Info Jadwal dan Tarif Kapal KM Kirana 3 Rute Sampit – Surabaya PP Periode 15 – 31 Mei 2026
Kebakaran Hebat di Pabrik Ban Purworejo, Api Diduga Berasal dari Parkiran Motor Bertingkat
Viral di Media Sosial, Ocha Peserta LCC MPR Kalbar Dapat Motivasi dan Tips Debat dari Wapres Gibran