Selain itu, posisi tengah dianggap relatif lebih aman dalam berbagai skenario kecelakaan.
Korban Tidak Hanya Perempuan
Saat menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Arifah mengaku terkejut.
Ia menemukan bahwa korban tidak hanya berasal dari gerbong perempuan.
“Kalau gerbong perempuan, banyaknya perempuan. Tadi ada yang laki-laki itu karena dia ada di gerbong tiga dan juga ada yang dari Argo Bromo yang kena juga,” jelasnya.
Fakta ini menunjukkan bahwa dampak kecelakaan bersifat menyeluruh.
Tidak terbatas hanya pada satu gerbong tertentu saja.
Hal ini semakin menguatkan urgensi evaluasi posisi gerbong.
Pemerintah Siapkan Pendampingan Korban
Selain soal evaluasi gerbong, pemerintah juga fokus pada penanganan korban.
PT Kereta Api Indonesia disebut akan menanggung biaya perawatan korban.
“Dari kami, Kementerian PPPA, pertama kami pendampingan bukan hanya medis, tapi pemulihan secara fisik maupun psikologis,” ucap Arifah.
Pendampingan ini mencakup aspek trauma yang dialami korban.