Dalam peninjauan tersebut, ditemukan beberapa menu yang menjadi sorotan.
Di antaranya adalah telur ceplok yang dinilai tidak tahan lama jika disimpan terlalu lama.
Selain itu, buah salak juga disebut berpotensi tampak bagus di luar namun busuk di dalam.
Hal ini menunjukkan adanya masalah dalam pemilihan atau distribusi menu.
Wabup bahkan menyarankan agar menu diganti dengan yang lebih aman seperti telur rebus.
Kritik ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelaksana program.
Terlebih, kualitas makanan sangat menentukan keberhasilan MBG.
SPPG Diminta Evaluasi Total
Menanggapi kejadian ini, pemerintah daerah meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Wabup menegaskan bahwa petugas tidak hanya bertugas menyalurkan, tapi juga memastikan kualitas makanan.
Pengawasan harus dilakukan hingga makanan benar-benar layak dikonsumsi siswa.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam setiap tahapan distribusi.
Jika tidak, program yang baik bisa justru menjadi sia-sia.