Bidang yang mendapat perhatian meliputi film, animasi, gim, musik, desain, dan media art.
Langkah terstruktur ini menunjukkan keseriusan Malang membangun ekosistem kreatif berkelanjutan.
Pengakuan UNESCO Disebut Hasil Kerja Kolektif Jangka Panjang
Koordinator Malang Creative Fusion (MCF) Dadik Wahyu Chang menilai pengakuan UNESCO bukan hasil instan.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil perjalanan panjang yang dibangun secara konsisten.
Kolaborasi terbuka dan inklusif menjadi kekuatan utama ekosistem kreatif Malang.
Status kota kreatif disebut sebagai validasi global terhadap kualitas ekosistem yang sudah terbentuk.
Pengakuan ini juga menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga kualitas karya.
Konsistensi menjadi faktor penting agar ekosistem tetap berkembang.
Semangat kolaboratif dinilai sebagai fondasi utama keberlanjutan.
Status Kota Kreatif Didorong Memberi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Ketua Tim Dossier UNESCO Malang City of Media Arts, Vicky Arief H menegaskan bahwa status UNESCO tidak boleh berhenti sebagai seremoni.
Status tersebut harus mampu mendorong transformasi kota melalui diplomasi budaya dan ekonomi kreatif.