Sekretaris Eksekutif ICCN sekaligus penanggung jawab pembuatan buku, Mario Devys, menjelaskan bahwa konsep kota kreatif tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja.
Menurutnya, kota kreatif lahir melalui kolaborasi berbagai pihak yang dikenal dengan konsep hexa helix, yaitu pemerintah, komunitas, akademisi, bisnis, media, dan kreator.
4. Bisa Diakses Gratis Melalui Website ICCN
Masyarakat yang ingin membaca buku Retrospektif Kota Kreatif dapat mengaksesnya secara digital melalui website resmi ICCN.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele! 7 Modus Penipuan File .APK yang Diingatkan BRI Jelang Libur Lebaran
Caranya cukup mudah, yakni dengan melakukan pendaftaran di situs ICCN, kemudian masuk ke menu literatur dan memilih buku yang tersedia untuk diunduh.
5. Menjadi Inspirasi Pengembangan Kota Kreatif
ICCN berharap buku ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi berbagai pihak yang ingin membangun kota kreatif di Indonesia.
Selain menjadi dokumentasi perjalanan kota kreatif, buku ini juga diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah, komunitas kreatif, akademisi, hingga pelaku industri kreatif.
“Masa depan kota ada di kreativitas, dan buku ini adalah refleksi, inspirasi, serta peta jalan menuju masa depan kota-kota kreatif Indonesia,” ujar Mario Devys.***