nasional

Gus Miftah Buka Puasa di Colosseum Jakarta: 7 Pelajaran Dakwah untuk Pekerja Hiburan Malam, Baca Selengkapnya!

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:51 WIB
Gus Miftah Buka Puasa di Colosseum Jakarta: 7 Pelajaran Dakwah untuk Pekerja Hiburan Malam, Baca Selengkapnya!

Dakwah yang empatik menjadi ciri khas Gus Miftah yang membuatnya dicintai wong cilik.

3. Menghargai Proses Kecil

Gus Miftah menceritakan pengalamannya mendatangi lokalisasi dan memberi pekerja uang agar berhenti bekerja satu malam.

Baginya, berhenti dari maksiat walau sesaat adalah prestasi.

Baca Juga: Inisiatif Strategis ANTAM di Pongkor, Garitan Kalongliud Dorong Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Desa Berkelanjutan

“Kalau berhenti satu malam saja itu berhasil, kenapa kita tidak menghargai proses?” ujarnya.

Pesan ini mengingatkan bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil, dan setiap usaha untuk kebaikan patut diapresiasi.

4. Empati Tanpa Penghakiman

Publik mengenal Gus Miftah sebagai dai yang mendekat ke komunitas marjinal.

Ia menekankan, orang yang sering disebut pendosa justru memandang orang saleh dengan harap, sementara mereka yang merasa saleh kadang memberi stigma.

Dakwah seharusnya hadir dengan empati, bukan penghakiman.

Filosofi inilah yang membuatnya mampu menjangkau mereka yang sering dijauhi masyarakat.

Baca Juga: Cek Sekarang! Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 M Bengkulu Selatan, Lengkap dengan Waktu Sholat

5. Ujian dan Kritik

Dalam sesi tanya jawab, Gus Miftah membahas masa-masa ketika dirinya dihujani kritik.

Halaman:

Tags

Terkini