KLIK SAJA - Selasa, 24 Februari 2026, Gus Miftah kembali ke “habitat” dakwahnya yang unik: mendatangi mereka yang jarang disentuh, pekerja hiburan malam 1001 Hotel dan Colosseum Jakarta.
Meski lokasi ini terdengar tak lazim untuk kegiatan keagamaan, Gus Miftah percaya di sinilah dakwah harus hadir.
Berikut 7 hal menarik dari momen buka puasa bersama yang penuh empati ini.
1. Dakwah di Tempat Tak Biasa
Gus Miftah memilih lokasi seperti klub malam untuk menunjukkan bahwa spiritualitas bisa hadir di mana saja.
Colosseum Jakarta, yang pernah masuk daftar Top 100 Clubs dunia, menjadi saksi tausiah dan buka puasa unik ini.
Baginya, dakwah tidak harus menunggu di masjid.
Pesan ini sederhana namun mengena, Tuhan bisa ditemui di mana pun.
Pekerja hiburan malam mendapat kesempatan refleksi spiritual dalam suasana yang jarang mereka rasakan.
2. Allah Tidak Memanggil Pendosa
Dalam tausiah, Gus Miftah menekankan dakwah tanpa menghakimi.
“Allah tidak memanggil manusia dengan sebutan ‘pendosa’, melainkan ‘hamba-Ku’,” ujarnya. Pesan ini diberikan agar pekerja hiburan malam tidak merasa terasing dari rahmat Tuhan.