KLIK SAJA - Banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera memberi duka bagi warga di 3 provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Lebih dari sebulan pasca bencana, sejumlah wilayah di Aceh Tengah masih terisolir dan sangat membutuhkan bantuan.
Salah satu lokasi terdampak adalah Dusun Lelabu, Kampung Mendale, Kebayakan, Aceh Tengah.
Warga tinggal di rumah mereka dengan was-was akan terjadi banjir atau longsor susulan.
Baca Juga: BRI Dukung Pembangunan Huntara di Aceh, Percepat Pemulihan Pascabencana
Jalan darat yang menjadi akses utama putus total, sehingga kesulitan mendapat bantuan.
Satu-satunya jalur menuju dusun hanya bisa melalui Danau Lut Tawar.
Kondisi ini membuat warga harus memutar otak untuk bertahan hidup sehari-hari.
Warga Naik Kapal untuk Evakuasi Anak dan Perempuan
Seorang warga Dusun Lelabu menceritakan, saat banjir dan longsor pada 26 November 2025, air mulai datang deras sekitar pukul 16.00 WIB.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak dan perempuan keluar lebih dulu dari dusun dengan dijemput oleh kapal pesantren.
“Datang kapal dari Mendale ke sini, jemput anak ke pesantren. Terus lari aku ke sana, nanya mana sopirnya. Saya bilang setelah jemput anak pesantren ini, jemput lagi kami ke sini dua kapal,” ucapnya dalam video yang diunggah akun Instagram @syahru_ozer pada 2 Januari 2026.
Dua kapal datang lagi menjemput perempuan dan anak-anak pukul 17.00 WIB, tiba di posko sekitar pukul 21.00 WIB.