Relawan menambahkan, untuk membeli minyak atau telur, mereka harus mendayung 3–4 jam karena tidak ada boat.
Tetap Bertahan di Rumah yang Rusak
Kini, warga Dusun Lelabu tetap menempati rumah yang rusak pasca diterjang banjir dan longsor.
Video menunjukkan rumah dipenuhi lumpur yang mengeras, dengan beberapa bagian rusak.
Baca Juga: Hore! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina dan Swasta Turun Awal Tahun, Cek Disini Daftarnya!
Warga perlahan membersihkan rumah, memilih tetap tinggal di tempat yang tidak sepenuhnya aman.
“Tinggal tetap di sini kami. Pokoknya terserah sama Allah, kalau kemana pun kalau mau mati kan mati ya,” tuturnya lirih.
Karena ketiadaan gas, mereka memasak menggunakan kayu bakar.
“Nggak ada apa-apa lagi, tinggal yang ada di badan. Ini mulai dibersihin kan sedikit-sedikit, yang penting selamat. Harta masih bisa dicari, cuma nyawa yang terbatas,” tukasnya.
Kondisi ini menunjukkan keteguhan dan ketahanan masyarakat menghadapi bencana.***
Artikel Terkait
Update Pelayaran! Jadwal dan Tarif Kapal KM Kartika 7 Rute Pontianak – Semarang PP Periode 2 - 26 Januari 2026
Info Warga Kalteng! Jadwal dan Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Sampit – Surabaya PP Periode 1 – 18 Januari 2026
Info Pelabuhan Soekarno-Hatta! Jadwal Pelayaran Kapal Pelni Rute Makassar ke Kupang Bulan Januari 2026
Info Pelabuhan Tenau! Jadwal Pelayaran Kapal Pelni Rute Kupang ke Makassar Periode Januari 2026
Panduan SNBP 2026 Sumatera Utara: Strategi Memilih Jurusan Terfavorit, 2 Universitas Ini Paling Banyak Diminati