Pemberdayaan ini membuat cara pandang Indari lebih terarah, percaya diri, dan siap memperluas pasar.
Pelatihan dan Dukungan Digital
Kegiatan pemberdayaan mencakup pelatihan usaha, pengembangan produk, branding, hingga kesempatan ikut bazar dan pameran.
Dalam operasional sehari-hari, layanan BRImo dan QRIS BRI mempermudah transaksi.
Baca Juga: Strategi Negosiasi Gaji 2026! UMK, Data Riset, dan Komunikasi Profesional
“Layanan digital BRI membuat pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih praktis dan efisien,” ungkap Indari.
Sistem digital ini memungkinkan usaha kecil tetap kompetitif dan adaptif dengan pasar modern.
Memperluas Pasar dan Menciptakan Nilai Budaya
Saat ini, La Suntu Tastio mempekerjakan 10 orang dan menjangkau pasar nasional. Kekuatan produknya bukan hanya desain dan fungsi, tetapi juga nilai budaya dari tiap helai tenun.
Setiap tas membawa cerita lokal, sekaligus menjadi media promosi budaya Indonesia.
Strategi ini menambah daya tarik bagi konsumen yang menghargai kerajinan tradisional dengan sentuhan modern.
Transformasi UMKM lewat BRI
Baca Juga: Daftar UMK 2026 dan Perbandingan dengan 2025 di Berbagai Wilayah
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa kesuksesan La Suntu Tastio menegaskan efektivitas pemberdayaan UMKM.
“Rumah BUMN bukan hanya ruang pelatihan, tapi simpul pemberdayaan jangka panjang untuk mencetak UMKM tangguh dan berdaya saing,” jelasnya.