“Kami berada di Desa Sekumur, saya terkejut dengan antusias masyarakat di sini,” ujar pria dalam video.
Inisiatif warga ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal mampu menjadi penyelamat pertama di tengah bencana yang melumpuhkan infrastruktur.
Kreativitas sederhana ini memberikan akses air bersih mandiri bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Air Bersih Terbukti Lebih Aman
Hasil dari sistem galian warga terbukti efektif.
Baca Juga: Ruang Terbuka, Pantai, dan Kota Lama, Spot Terbaik Nonton Kembang Api Tahun Baru 2025 di Semarang
“Luar biasa, bersih dibandingkan dengan yang ada di sungai,” tambah pria tersebut sambil membandingkan kualitas air.
Meski hanya melalui proses alami sederhana, air yang terkumpul di sumur galian jauh lebih aman untuk mandi, cuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa metode tradisional sekalipun bisa menjadi solusi praktis di kondisi darurat.
Struktur Tanah Sebagai Filter Mekanis
Secara teknis, warga memanfaatkan tanah di pinggir sungai sebagai filter mekanis.
“Ini sistem penyaringan alami, kira-kira dua meter dari bibir sungai,” jelas pria tersebut.
Baca Juga: Libur Tenang Tanpa Was-was, Simak Tips BRI Biar Tak Jadi Korban Penipuan Saat Nataru
Air yang merembes melalui lapisan pasir dan bebatuan mengalami penyaringan fisik yang sederhana namun efektif.
Sistem ini juga mengurangi risiko penyakit akibat air sungai yang masih keruh.