Selain perbaikan fisik, Polri menaruh perhatian besar pada pengamanan tempat ibadah.
Keamanan gereja dan posko ibadah dijaga agar jemaat merasa aman saat melakukan kegiatan ibadah.
Kehadiran aparat di lokasi juga menjadi jaminan keselamatan bagi warga yang mengikuti misa Natal.
Relokasi ke posko sementara dilakukan bila kondisi gereja masih belum memungkinkan digunakan.
Strategi ini membuat perayaan Natal tetap berjalan tertib dan nyaman, meskipun wilayah terdampak bencana masih dalam proses pemulihan.
Pemulihan Fisik Masyarakat
Polri tidak hanya fokus pada sarana ibadah, tetapi juga pada pemulihan fisik masyarakat pascabencana.
Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), layanan kesehatan dan pengobatan gratis diberikan kepada 6.041 warga terdampak di berbagai wilayah.
Langkah ini menjadi upaya nyata Polri untuk memastikan warga yang terkena dampak bencana mendapat perhatian dan pelayanan kesehatan optimal.
Pengobatan gratis juga membantu mengurangi risiko penyakit pascabencana akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing
Pemulihan psikologis warga juga menjadi fokus Polri melalui pendampingan trauma healing.
Biro SDM Polri menyasar kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan masyarakat yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.