Kalimat itu menggambarkan betapa terbatasnya pilihan warga saat ini.
Meski sadar risikonya, mereka tetap mengandalkan sumur darurat itu.
Air Keruh Tetap Dipakai Demi Kebutuhan Dasar
Meski secara kasat mata air tersebut tampak keruh dan tidak layak, warga tidak punya pilihan lain.
Kebutuhan membersihkan badan dan pakaian menjadi prioritas di tengah keterbatasan.
Risiko kesehatan terpaksa dikesampingkan demi bertahan hidup.
Dalam unggahan itu, sang wanita kembali menuturkan kegelisahannya.
"Walaupun tidak jernih tapi air ini sangat kita perlukan untuk mencuci baju, untuk mandi," lanjutnya.
Kalimat itu memperlihatkan dilema yang dihadapi warga setiap hari.
Air keruh menjadi satu-satunya penolong di tengah krisis.
Berbagi Titik Air di Tengah Keterbatasan
Warga kini harus berbagi sumber daya yang ada demi memenuhi kebutuhan bersama.
Mereka mendatangi beberapa titik sumur yang dianggap masih bisa mengeluarkan air.