Namun, bagi sebagian orang, kehilangan nyawa orang tercinta membuat segalanya tak akan pernah sama.
Duka ini menyatukan Sumatera dalam satu rasa, luka mendalam dan harapan bahwa bantuan segera datang menjadi pegangan mereka saat ini.
Kisah dari Garoga, Saat Air Datang Tanpa Permisi
Desa Garoga di Tapanuli Selatan menjadi salah satu wilayah yang paling parah diterjang banjir bandang.
Baca Juga: 5.000 Insan BRILiaN Melangkah Bersama, BRI Buktikan Gotong Royong Masih Hidup
Air sungai yang meluap datang tiba-tiba, membawa kayu gelondongan dan lumpur pekat.
Warga nyaris tak punya waktu menyelamatkan diri, apalagi harta benda.
Dalam hitungan menit, rumah-rumah berubah jadi puing.
Di tengah kekacauan itu, tangis dan teriakan minta tolong saling bersahutan.
Garoga pun berubah jadi saksi bisu kepedihan para warganya.
Dari desa inilah muncul satu kisah yang membuat siapa pun tak kuasa menahan air mata.
Mumtaz, Bayi 2 Tahun yang Terlepas dari Pelukan Ibu
Baca Juga: Jangan Salah Niat! Ini Hukum Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan Menurut Ulama
Kisah pilu itu diungkap seorang ayah lewat video yang diunggah akun Instagram @sibangzul_.
Anaknya, Mumtaz, baru berusia dua tahun dan sedang menyusu di pelukan sang ibu saat banjir datang.