nasional

Dari Rumah Biru ke Tenda Pengungsian, Cerita Pilu Anak-Anak Sipange Usai Banjir Bandang Menghanyutkan Harapan

Senin, 22 Desember 2025 | 13:19 WIB
Dari Rumah Biru ke Tenda Pengungsian, Cerita Pilu Anak-Anak Sipange Usai Banjir Bandang Menghanyutkan Harapan (Tangkapan layar seorang bocah yang kini tinggal di tenda pengungsian setelah rumahnya hancur diterjang banjir. (TikTok/Apa Aja))

Dengan suara lirih, mereka mengucap bahwa rumah itu sudah rusak dan tak lagi berdiri.

Dari kalimat sederhana itu, terasa betapa besar kehilangan yang mereka rasakan.

Sebuah kehilangan yang mungkin belum sepenuhnya mereka pahami, tapi sudah cukup membuat hati siapa pun terenyuh.

Dua Rumah, Dua Kenangan, Semua Lenyap Seketika

Baca Juga: Jangan Salah Niat! Ini Hukum Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan Menurut Ulama

Kesedihan makin terasa saat salah satu bocah menyebut bahwa bukan hanya satu, tapi dua rumah keluarga mereka yang hancur.

Dua bangunan yang sebelumnya menjadi tempat berlindung kini rata dengan lumpur dan puing.

Bagi orang dewasa, itu mungkin soal aset dan kerugian materi.

Namun bagi anak-anak, itu berarti dua dunia kecil mereka lenyap dalam satu peristiwa.

Tidak ada lagi sudut rumah untuk bersembunyi saat bermain, atau ruang kecil untuk bercerita sebelum tidur.

Semua kenangan itu seolah ikut hanyut bersama derasnya air banjir.

Mereka hanya bisa mengenang lewat cerita singkat yang diucapkan dengan polos.

Baca Juga: Aksi Loreng di Aceh Timur, Yonif TP 853/BRB Turun Bersih-bersih RSUD hingga Sekolah demi Pemulihan Pascabencana

Dari situ kita tahu luka mereka lebih dalam dari yang terlihat.

Dari Hangat Rumah ke Dingin Tenda Pengungsian

Halaman:

Tags

Terkini