nasional

Setengah Karung Dibayar Keringat, Kisah Warga Simaninggir Menjemput Bantuan Lewat Jalur Berbahaya

Minggu, 21 Desember 2025 | 18:07 WIB
Setengah Karung Dibayar Keringat, Kisah Warga Simaninggir Menjemput Bantuan Lewat Jalur Berbahaya (Warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah harus melewati hutan untuk mengambil bantuan. (Instagram/rizkisiahaan_))

“Ini merupakan hari ke-24 terputusnya jalan yang menghubungkan akses dari Medan menuju Sibolga. Semoga lekas ditangani dengan serius,” tulisnya pada Minggu, 21 Desember 2025.

Ia juga menambahkan, “Ada ratusan masyarakat yang harus berjuang setiap harinya berjalan menuruni dan menaiki bukit untuk bisa membawa bahan makanan dari posko bantuan dan dibawa ke rumah,” paparnya.

Unggahan ini menunjukkan bahwa masalah akses belum juga teratasi.

Warga masih harus bertaruh tenaga setiap hari.

Baca Juga: Sindiran hingga Sumpah Serapah, Ini 5 Potret Protes Warga Aceh Tamiang Terhadap Dugaan Mafia Kayu

Harapan besar pun tertuju pada penanganan serius dari pihak terkait.

Empat Kecamatan Masih Sulit Diakses di Tapanuli Tengah

Kecamatan Sitahuis menjadi satu dari empat kecamatan yang masih sulit dilalui.

Selain itu, ada Sibabangun, Tukka, dan Lumut yang juga terdampak parah.

Akses menuju wilayah-wilayah ini masih terkendala akibat badan jalan yang amblas.

Beberapa titik bahkan tertimbun tanah longsor. Kondisi ini membuat kendaraan bantuan sulit masuk.

Warga pun harus mengandalkan tenaga sendiri untuk menjangkau posko.

Baca Juga: Info Penting! Jadwal dan Tarif Kapal Pelni KM Lambelu Bulan Januari 2026, Lengkapi Lokasi Singgah!

Situasi ini menunjukkan bahwa dampak bencana belum sepenuhnya pulih. Proses distribusi bantuan masih penuh tantangan.

7 Desa Simaninggir dan Sekitarnya Masih Terisolir

Halaman:

Tags

Terkini