nasional

Setengah Karung Dibayar Keringat, Kisah Warga Simaninggir Menjemput Bantuan Lewat Jalur Berbahaya

Minggu, 21 Desember 2025 | 18:07 WIB
Setengah Karung Dibayar Keringat, Kisah Warga Simaninggir Menjemput Bantuan Lewat Jalur Berbahaya (Warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah harus melewati hutan untuk mengambil bantuan. (Instagram/rizkisiahaan_))

KLIK SAJA - Banjir dan longsor yang melanda Sumatera akhir November 2025 tak hanya menyisakan lumpur dan puing, tetapi juga cerita perjuangan warga demi sekantong bantuan.

Dari hutan curam hingga jalan desa yang amblas, akses terputus memaksa warga menjemput sendiri logistik ke posko.

Inilah potret perjuangan warga Desa Simaninggir, Tapanuli Tengah,

Akses Terputus, Warga Terpaksa Menjemput Bantuan Sendiri

Banjir dan longsor membuat banyak akses jalan di Sumatera terputus.

Baca Juga: Bukan Uang atau Mainan, Bocah Aceh Ini Cuma Minta Sajadah buat Salat Bareng Ibu, Bikin Hati Tersentuh

Kondisi ini juga dirasakan warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Bantuan yang disalurkan hanya mampu mencapai titik tertentu karena keterbatasan akses.

Akibatnya, warga harus memutar jalan dan menjemput langsung ke posko bantuan.

Perjalanan itu tentu bukan perkara mudah bagi warga yang terdampak.

Mereka harus membawa sendiri logistik menuju rumah masing-masing.

Baca Juga: Relawan Bergerak dan Harapan Menyala, Inilah Komitmen Panjang BRI Bersama Danantara untuk Sumatera Bangkit

Di tengah keterbatasan, semangat untuk bertahan hidup terus menyala.

Bantuan yang seharusnya mudah dijangkau kini harus ditebus dengan tenaga ekstra.

Halaman:

Tags

Terkini