Pendekatan ini dinilai penting agar industri tidak nyaman di zona produktivitas rendah.
Dengan begitu, transformasi struktural bisa benar-benar terjadi.
Inilah inti dari kebijakan industri berbasis inovasi yang didorong IFG Progress.
Lembaga Keuangan Diminta Jadi Katalis Transformasi
Baca Juga: Cek Disini! Mekanisme Cara Pencairan BLT Kesra 2025, Masih Cair Sampai Akhir Tahun!
Dalam konteks tersebut, IFG Progress mendorong peran lembaga keuangan pembangunan dan holding keuangan negara lebih dari sekadar penyedia dana.
Menurut mereka, lembaga keuangan harus menjadi katalis transformasi struktural ekonomi.
Dukungan diarahkan pada inovasi, industrial upgrading, dan penguatan ekosistem produktivitas nasional.
Semua itu berbasis data dan riset kebijakan yang solid.
Artinya, pembiayaan harus selaras dengan agenda peningkatan nilai tambah industri.
Peran ini dinilai strategis karena sektor keuangan punya daya ungkit besar.
Jika diarahkan dengan tepat, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor.
Baca Juga: Gelar RUPSLB, BRI Matangkan Tata Kelola dan Siapkan Akselerasi Kinerja 2026
IFG ingin mengambil posisi penting dalam ekosistem tersebut.
Bukan hanya sebagai penyandang dana, tetapi juga penggerak perubahan.