Hunian tetap tersebut direncanakan memiliki kualitas baik dengan luas sekitar 70 meter persegi.
Janji ini disambut harapan besar oleh para pengungsi.
Bagi mereka, rumah bukan sekadar bangunan, tetapi simbol pemulihan hidup.
Di tengah bencana, janji ini menjadi cahaya di ujung jalan.
Baca Juga: Bukan Cuma Janji, Ini Aksi Nyata BRI Hadir di Tengah Korban Bencana Sumatra
Kunjungan Presiden Prabowo ke pengungsian Agam bukan sekadar agenda kenegaraan, melainkan pertemuan emosional antara negara dan rakyatnya.
Dari lantunan Indonesia Raya hingga janji hunian layak, semua berpadu menjadi cerita tentang keteguhan, harapan, dan kebersamaan.
Di tengah duka bencana, semangat warga Agam membuktikan bahwa Indonesia tak mudah goyah.
Di posko sederhana itu, nasionalisme menemukan wajahnya yang paling tulus.***