Warga desa pedalaman ini seakan terisolasi dari wilayah sekitarnya.
Hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan signifikan pada infrastruktur yang rusak.
Bertaruh Nyawa demi Menyeberangi Sungai Deras
Dalam video yang sama, terlihat warga terpaksa menyeberangi sungai dengan arus deras demi bisa beraktivitas.
Awalnya, warga hanya mengandalkan ban bekas sebagai alat bantu penyeberangan.
Cara ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.
“Warga awalnya hanya bisa menyeberangi (sungai) melalui ban, sekarang sudah pakai tali,” tulis postingan itu.
Penggunaan ban dan tali seadanya menunjukkan keterbatasan fasilitas keselamatan yang dimiliki warga.
Setiap kali menyeberang, risiko terseret arus selalu mengintai.
Namun, kondisi tersebut terpaksa dijalani demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi warga, pilihan aman nyaris tidak tersedia.
Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Bedah Robotik Kini Hadir Lengkap di Siloam Kebon Jeruk
Jembatan Rusak, Peralatan Seadanya Tak Jamin Keselamatan
Hingga kini, jembatan yang rusak belum mendapatkan perbaikan dari pihak terkait.