Warga desa pedalaman ini seakan terisolasi dari wilayah sekitarnya.
Hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan signifikan pada infrastruktur yang rusak.
Bertaruh Nyawa demi Menyeberangi Sungai Deras
Dalam video yang sama, terlihat warga terpaksa menyeberangi sungai dengan arus deras demi bisa beraktivitas.
Awalnya, warga hanya mengandalkan ban bekas sebagai alat bantu penyeberangan.
Cara ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.
“Warga awalnya hanya bisa menyeberangi (sungai) melalui ban, sekarang sudah pakai tali,” tulis postingan itu.
Penggunaan ban dan tali seadanya menunjukkan keterbatasan fasilitas keselamatan yang dimiliki warga.
Setiap kali menyeberang, risiko terseret arus selalu mengintai.
Namun, kondisi tersebut terpaksa dijalani demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi warga, pilihan aman nyaris tidak tersedia.
Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Bedah Robotik Kini Hadir Lengkap di Siloam Kebon Jeruk
Jembatan Rusak, Peralatan Seadanya Tak Jamin Keselamatan
Hingga kini, jembatan yang rusak belum mendapatkan perbaikan dari pihak terkait.
Artikel Terkait
Prediksi Manchester City Vs Brentford, Lapis Kedua The Sky Blues Siap Rontokkan The Bees Pada Babak Delapan Besar EFL Carabao Cup
22 Tahun di Bursa, Saham BRI Melompat 48 Kali dan Masih Jadi Favorit Investor
Belum Benar-Benar Pulih, Pengakuan Pilu Warga Desa Juar Aceh Tamiang yang Masih Kelaparan Usai Banjir Bandang
Bukan Soal Sepak Bola, Aksi Shin Tae-yong Bantu Korban Banjir Sumatera Bikin Haru
Bukan Sekadar Video Viral, Kisah Boat Getek Terbalik di Bireuen dan Satu Korban yang Belum Ditemukan