KLIK SAJA - Beredar sebuah video di media sosial yang menyentuh hati publik.
Seorang pria tua di Desa Juar, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, menceritakan kondisi desanya usai diterjang banjir bandang akhir November 2025.
Hingga pertengahan Desember, warga mengaku masih bertahan dengan keterbatasan dan minim bantuan.
Suara lirih sang pria menjadi gambaran nyata bahwa dampak bencana belum sepenuhnya tertangani.
Baca Juga: 22 Tahun di Bursa, Saham BRI Melompat 48 Kali dan Masih Jadi Favorit Investor
Berikut pengakuan lengkap korban banjir di desa pedalaman Aceh Tamiang tersebut.
Kelaparan Melanda Warga di Desa Juar
Dalam video yang diunggah akun TikTok @gracefie pada Rabu, 17 Desember 2025, seorang pria tua di Aceh Tamiang mengungkapkan kondisi memilukan yang masih mereka alami hingga kini.
Ia mengaku, tanpa bantuan dari para relawan, warga desa nyaris tak memiliki bahan makanan untuk bertahan hidup.
Dengan suara bergetar, pria itu menyampaikan bahwa hari-hari mereka diisi dengan kekhawatiran soal perut yang kosong.
Akses menuju desa yang rusak parah membuat bantuan sulit menjangkau lokasi.
Baca Juga: Dari 900 Perusahaan, IFG Diakui INSTAR sebagai Committed Company Berintegritas
"Kalau kami tidak dibantu dengan kawan-kawan (relawan), kami tidak makan selama berhari-hari," kata pria itu.
Lumpur tebal masih menutup jalan, sementara jaringan komunikasi nyaris tak bisa diandalkan.