"Lihat jalanan yang dipenuhi lumpur, hancur hati saya mengingat kejadian ini, tapi sekarang mau bilang apa lagi, semuanya sudah habis," terang pria tersebut.
Situasi tersebut membuat warga benar-benar terisolasi.
Perkebunan Hancur, Warga Kehilangan Sumber Penghidupan
Tak hanya rumah dan akses jalan, banjir bandang juga menghancurkan sumber penghidupan warga Desa Juar.
Baca Juga: Penggerebekan Kontrakan di Jombang Gegerkan Medsos, Polisi Bongkar Budidaya Ganja Skala Rumah Tangga
Pria tersebut bercerita bahwa derasnya aliran air dari hulu menyapu habis perkebunan yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka.
Kehilangan hasil kebun berarti kehilangan pemasukan sekaligus cadangan pangan.
Dalam kondisi serba terbatas, warga hanya bisa mengandalkan bantuan relawan yang datang silih berganti.
Ia menegaskan bahwa tanpa uluran tangan tersebut, dirinya tak tahu bagaimana harus bertahan.
Baca Juga: Penggerebekan Kontrakan di Jombang Gegerkan Medsos, Polisi Bongkar Budidaya Ganja Skala Rumah Tangga
Meski demikian, pria itu tak menuntut banyak. Harapannya sederhana, makanan untuk bertahan hidup.
"Harta saya habis, perkebunan saya habis, tanpa bantuan kawan-kawan, saya tidak tahu harus makan apa," ungkapnya.
"Jadi tolong bantu kami, kami tidak mengharapkan makan, itu saja sudah cukup," tutupnya.***
Artikel Terkait
Informasi Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 116 Rute Tarakan – Tolitoli – Leok – Kwandang – Bunyu Periode 17-31 Desember 2025
Info Penting! Jadwal KM Sabuk Nusantara 86 Rute Ternate- Jailolo – Mayau - Bitung Periode 12 – 24 Desember 2025
130 Tahun BRI, Mengenang Raden Bei Aria Wirjaatmadja dan Warisan Perbankan Kerakyatan yang Melampaui Zaman
Tangkap Pelayanan yang Punya Hati, IFG Journalist’s Photo Journey 2026 Ajak Jurnalis Foto Bercerita Lewat Lensa
Warga Harus Tahu! Ini Fakta Mengejutkan Aplikasi Matel yang Disebut Jadi Alat Intimidasi Debitur