KLIK SAJA - Saat berburu gereja ramah difabel untuk Natal, langkah paling aman adalah mengecek gereja-gereja besar di kota Anda.
Tempat ibadah berkapasitas besar biasanya punya fasilitas akses yang lebih matang, mulai dari jalur kursi roda, toilet ramah disabilitas, hingga ruang khusus lansia.
Contoh paling dekat adalah Gereja Katedral Jakarta yang menyediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk jemaat rungu dalam ibadah-ibadah tertentu.
Tidak hanya itu, area sekitarnya juga terhubung dengan Terowongan Silaturahim yang punya lift sangat membantu bagi penyandang disabilitas mobilitas.
Gereja besar juga cenderung punya panitia khusus yang mengoordinasi fasilitas tambahan saat ibadah besar seperti Natal.
Artinya, peluang Anda menemukan gereja yang benar-benar siap lebih tinggi.
Meski begitu, tetap pastikan dengan cara menghubungi mereka langsung, karena tidak semua fasilitas tersedia setiap ibadah.
Cari Gereja dari Sinode yang Berkomitmen pada Inklusivitas
Beberapa sinode gereja memiliki kebijakan internal untuk mengedepankan pelayanan inklusif.
Contoh yang cukup dikenal adalah Gereja Protestan Maluku (GPM), yang sejak lama mendorong ruang ibadah ramah difabel.
Gereja di bawah sinode seperti ini biasanya punya program pendampingan, tim khusus, hingga SOP aksesibilitas yang terus diperbarui.
Jadi kalau Anda tinggal di kota besar atau ibu kota provinsi, gereja-gereja dari sinode progresif bisa jadi kandidat kuat.