Data dari Charities Aid Foundation (CAF) menunjukkan bahwa 90 persen warga Indonesia rutin berdonasi.
Selain itu, 65 persen warga ikut kegiatan sukarelawan dalam setahun terakhir.
Angka-angka itu bukan sekadar statistik, karena terbukti lewat derasnya bantuan untuk korban bencana Sumatera.
BNPB mencatat bagaimana warga dari berbagai daerah mengirim bantuan spontan tanpa diminta.
Baca Juga: Kayu Gelondongan Melintas Setelah Bencana? Titiek Soeharto: ‘Saya Sedih, Miris, dan Marah’
Atmosfer kepedulian ini terasa di lapangan, dari relawan muda sampai komunitas kecil.
Bencana ini seakan jadi cermin bahwa hati orang Indonesia memang selalu siap bergerak saat saudara sebangsa butuh uluran tangan.
BNPB Satukan Bantuan dan Tegaskan Kekuatan Empati Nasional
Sebagai garda terdepan, BNPB berhasil menyatukan seluruh aliran bantuan dari pemerintah pusat, daerah, swasta, hingga masyarakat biasa.
Mereka memastikan setiap barang, dana, dan tenaga yang masuk terkelola rapi dan tepat sasaran.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas mutlak dalam setiap operasi penanganan bencana.
Ia menambahkan bahwa ketangguhan bangsa hanya bisa tercapai jika seluruh elemen bekerja dalam kemandirian dan kebersamaan.
Baca Juga: PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Apa Hubungannya dengan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra?
Upaya BNPB bukan hanya mempercepat pemulihan wilayah terdampak, tetapi juga memperkuat rasa percaya masyarakat terhadap sistem penanggulangan bencana.
Solidaritas besar-besaran ini menunjukkan wajah Indonesia yang hangat dan kuat dalam kondisi tersulit sekalipun.