Meskipun proses evakuasi berjalan maksimal, ancaman bencana susulan masih terus membayangi.
Banyak titik di sekitar lereng berada dalam kondisi sangat jenuh air, sehingga rawan runtuh kapan saja.
BNPB menegaskan bahwa operasi lapangan harus dilakukan ekstra hati-hati.
“Untuk mengurangi risiko, BNPB bersama lintas instansi membuat jalur pembuangan air agar tidak semakin jenuh,” ujar Abdul Muhari.
Baca Juga: Ketika Forum Dibungkam, Mengapa Audiensi Ijazah Jokowi Justru Diwarnai Walk Out Massal?
Modifikasi cuaca juga menjadi salah satu langkah antisipasi agar intensitas hujan dapat ditekan.
Sementara itu, petugas tetap berjaga 24 jam untuk memastikan tidak ada warga yang kembali ke zona bahaya. Pandanarum masih harus melewati beberapa hari krusial ke depan.***