Hujan yang terus mengguyur membuat tanah semakin jenuh dan meningkatkan risiko longsor susulan.
“Ada potensi longsor susulan akibat hujan, kubangan air, serta aliran mata air yang terus mengalir,” jelas Abdul Muhari.
Untuk mempercepat proses, 12 excavator, 12 alkon, dan anjing pelacak dikerahkan membuka jalur material.
Bahkan operasi modifikasi cuaca dilakukan agar intensitas hujan bisa ditekan.
4. Warga Berlari ke Hutan, Kisah Panik Saat Gemuruh Tanah Pecah
Di balik angka-angka bencana, ada kisah para penyintas yang masih bergetar saat diceritakan.
Gemuruh besar dari arah lereng menjadi alarm bahaya pertama bagi warga.
Sumarti, salah satu penyintas, mengenang bagaimana ia hanya sempat lari tanpa membawa apa pun.
“Beberapa warga memastikan kondisi daerah atas. Tapi ternyata longsor itu membesar, saya pun lari menyelamatkan diri,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Warga yang awalnya berlari ke arah makam dusun terpaksa melanjutkan lari mereka ke hutan karena tanah terus bergerak.
Malam itu, ketakutan dan insting bertahan hidup menjadi satu-satunya pegangan.
Setelah kondisi aman, mereka berhasil dijemput petugas dan dibawa ke puskesmas serta posko pengungsian.
5. Risiko Longsor Susulan Menghantui