nasional

Dari CBD ke Kawasan Industri, Semua Bergerak Mengapa Pasar Properti Jakarta Sedang Masuk Era Pertumbuhan Baru?

Rabu, 19 November 2025 | 05:44 WIB
Dari CBD ke Kawasan Industri, Semua Bergerak Mengapa Pasar Properti Jakarta Sedang Masuk Era Pertumbuhan Baru? (Dok.istimewa)

KLIK SAJA - Jakarta seperti sedang memasuki babak baru dalam perjalanan propertinya lebih tenang, lebih stabil, tetapi justru lebih menarik untuk diamati.

Dalam paparan terbarunya, CBRE Indonesia menyebut bahwa kota ini sedang melaju menuju fase pertumbuhan yang berkelanjutan, didorong oleh ekonomi yang solid dan permintaan ruang berkualitas yang semakin menguat.

Berikut rangkuman humanis dan mudah dicerna tentang arah baru pasar properti Jakarta.

Ekonomi Stabil 5% dan Target Pemerintah Bikin Fondasi Properti Makin Kokoh

Lima tahun terakhir, Indonesia konsisten tumbuh di kisaran 5%. Bagi kebanyakan orang, angka ini hanya statistik, tapi bagi sektor properti, ini adalah dasar kenyamanan mengambil keputusan besar.

Baca Juga: BRI Menang Besar di ASRA 2025, Dari CEO Letter hingga Materiality Report Semua Jadi Sorotan

Anton Sitorus dari CBRE menggambarkannya sebagai “landasan tempat perusahaan memutuskan ekspansi.”

Proyeksi ke depan stabil hingga 2027, dan pemerintah pun memasang target ambisius 6–8% pada 2029.

Stabilitas ini tak hanya membuat investor lebih tenang, tapi juga memberi ruang bagi pemain lokal untuk berani melangkah lebih jauh.

Perusahaan Cari Kantor Premium, Bukan Ruangan Besar

Ukuran bukan lagi segalanya. Perusahaan kini cenderung memilih kantor yang “kena vibes-nya" gedung ramah lingkungan, fasilitas lengkap, fleksibel, dan mencerminkan nilai merek mereka.

Baca Juga: Info Warga Padang! Operasi Zebra Singgalang 2025 Pada 17-30 November 2025, Cek Lokasi Razia dan Sasaran Prioritas Penindakan

Judy Sinurat menyebut bahwa kantor premium dan berlabel hijau sedang naik daun, terutama karena perusahaan ingin ruang yang bisa mendukung kesejahteraan karyawan.

Di CBD, stok kantor mencapai 7,1 juta m², tapi tingkat okupansinya hanya 75% dan pasokan barunya sedikit hanya 188.000 m² hingga 2028.

Halaman:

Tags

Terkini