nasional

Dari Sekolah ke Galeri Nasional, Kisah Dewi Wardah dan Pundi Craft yang Menguat Berkat BRI

Minggu, 16 November 2025 | 11:44 WIB
Dari Sekolah ke Galeri Nasional, Kisah Dewi Wardah dan Pundi Craft yang Menguat Berkat BRI

Komunitas Jadi Pintu Rezeki, Dari Dekranasda hingga Penghargaan Kriya Nasional

Tahun 2017 menjadi titik balik ketika Dewi mulai aktif masuk ke komunitas perajin dan organisasi seperti Dekranasda.

Keikutsertaannya mempertemukan Pundi Craft dengan jejaring kreatif yang lebih luas dan mendekatkannya pada peluang-peluang baru.

“Tahun 2017 saya pertama kali aktif dalam komunitas dan organisasi seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), kemudian pada 2019 mendapat penghargaan kriya kayu terbaik dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Dari situ saya mulai mengenal dan mengetahui bahwa BRI juga memberikan pembinaan bagi UMKM seperti kami melalui pelatihan”, ujarnya.

Keberhasilan itu bukan hanya soal prestasi, tetapi juga validasi bahwa karya-karya Pundi Craft memiliki tempat di mata publik.

Baca Juga: BRI Bangun 4.909 Desa BRILiaN, Wujudkan Mimpi Pemerataan Ekonomi dari Akar Rumput

Komunitas menjadi tempat bertumbuh, bukan hanya secara usaha, tetapi secara mental dan visi.

Di sinilah jejaring benar-benar bekerja: saling dukung, saling dorong, dan saling buka jalan bagi karya lokal.

Rumah BUMN BRI, Tempat Belajar Strategi, Bukan Sekadar Membuat Kerajinan

Sejak 2019, Dewi resmi menjadi binaan Rumah BUMN BRI dan mengikuti berbagai pelatihan yang membuka cakrawala baru dalam mengelola usaha.

Pelatihan tersebut bukan hanya soal teknik produksi, tetapi juga manajemen, strategi, dan penguatan identitas produk.

Pundi Craft kini memasarkan tote bag, dekorasi rumah, hingga merchandise melalui e-commerce, media sosial, dan toko fisik seperti Galeri MULA serta Dekranasda Kota Tua.

Baca Juga: Dibina Rumah BUMN BRI, 'Erildya Cemilan Family' Jadi Contoh UMKM Tangguh Era Digital

Pendampingan ini membuat usaha kecil seperti Pundi Craft mampu bersaing di pasar digital yang semakin kompetitif.

Banyak UMKM berpikir bahwa masalah mereka hanya modal, padahal sering kali akar persoalannya ada pada manajemen dan pemasaran.

Halaman:

Tags

Terkini