KLIK SAJA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan tambahan anggaran hingga Rp28,63 triliun.
Anggaran ini diperlukan untuk menyelesaikan target MBG di sisa akhir tahun 2025.
Dadan menjelaskan, percepatan penyaluran MBG yang awalnya ditargetkan pada Oktober atau November baru bisa terealisasi pada Desember.
Dengan penyerapan dana cadangan MBG Rp100 triliun, BGN memproyeksikan menyerap Rp28–29 triliun di bulan terakhir.
Baca Juga: Blibli Store Central Park Resmi Hadirkan The New Apple Shop, Belanja Premium Apple Kini Lebih Mudah
Anggaran tambahan ini juga mencakup pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil.
Tujuannya, agar seluruh penerima manfaat program MBG bisa tercapai hingga akhir tahun. Berikut ini 4 faktanya yang kamu harus tahu.
1. Penyerapan Dana MBG Sudah Capai 61,2 Persen
Dadan menyampaikan bahwa hingga saat ini, penyerapan MBG telah mencapai Rp43,4 triliun dari total anggaran APBN Rp71 triliun, atau sekitar 61,2 persen.
Sisa dana untuk 50 hari terakhir sebesar Rp14,9 triliun dinilai belum mencukupi.
Dengan bertambahnya SPPG dan jumlah penerima manfaat, BGN memproyeksikan kebutuhan dana tambahan mencapai Rp29,5 triliun.
Anggaran ini penting untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal.
Penyaluran MBG juga harus memastikan kualitas gizi dan distribusi tepat sasaran.