nasional

Dari Rekayasa Hukum hingga Pemalsuan Dokumen, JK Bongkar Modus Lama Mafia Tanah di Indonesia

Selasa, 11 November 2025 | 14:48 WIB
Dari Rekayasa Hukum hingga Pemalsuan Dokumen, JK Bongkar Modus Lama Mafia Tanah di Indonesia (Mantan wakil Presiden RI, Jusuf Kalla ungkap modus mafia tanah yang membuat lahannya jadi sengketa. (Tangkapan layar Instagram Jusuf Kalla))

Bahkan masyarakat biasa yang tak memiliki kekuatan hukum berpotensi kehilangan hak miliknya.

Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum menjadi faktor yang membuat mafia tanah masih leluasa beroperasi.

Pesan JK jelas yaitu masyarakat harus waspada dan melapor bila menemukan indikasi manipulasi data pertanahan.

Masalah Nasional yang Harus Ditangani Serius

Baca Juga: Pahlawanku Teladanku, IFG Bangkitkan Semangat Juang Lewat Upacara dan Santunan Veteran

Praktik mafia tanah menurut JK bukan sekadar sengketa pribadi, tapi kejahatan serius yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap hukum.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk memberantas praktik ilegal ini.

Jika tidak ditangani, persoalan ini bisa menciptakan ketidakpastian investasi dan pembangunan nasional.

Dukungan Menteri ATR/BPN Perkuat Posisi JK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid telah menegaskan bahwa tanah sengketa memang sah milik JK.

Pernyataan ini memperkuat posisi hukum mantan wakil presiden tersebut.

Baca Juga: Info Penting ! Jadwal & Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Surabaya Ke Banjarmasin Periode 15-30 November 2025

JK berharap momentum ini bisa digunakan untuk membenahi sistem pertanahan nasional dan menutup celah hukum yang dimanfaatkan mafia tanah.

JK menekankan pentingnya partisipasi publik dalam pemberantasan mafia tanah. Masyarakat diharapkan berani melapor bila mengetahui praktik manipulasi data pertanahan atau upaya perampasan lahan.

Menurut JK, keberanian masyarakat adalah salah satu kunci agar praktik kriminal seperti ini bisa diberantas secara sistemik dan tidak terulang di masa depan.

Halaman:

Tags

Terkini