Meski memilih menjauh dari sorotan, Duwaji dikabarkan memainkan peran penting di balik layar.
Ia ikut menyusun identitas visual kampanye Mamdani, termasuk ikonografi dan tipografi berani yang digunakan dalam materi kampanye bernuansa kuning, oranye, dan biru.
Latar Belakang dan Karier Seni
Rama Duwaji lahir di Houston, Texas, lalu pindah ke Dubai pada usia sembilan tahun dan sempat bersekolah di Qatar.
Kedua orang tuanya adalah Muslim Suriah asal Damaskus.
Ia menempuh pendidikan di Virginia Commonwealth University, sebelum meraih gelar magister ilustrasi dari School of Visual Arts di New York City.
Sebagian besar karyanya dibuat dalam gaya hitam-putih dan menggambarkan adegan-adegan dari dunia Arab.
Seorang juru bicara kampanye Mamdani mengatakan kepada The New York Times bahwa Duwaji adalah “seniman keturunan Suriah yang lahir di Texas.”
Beberapa karyanya yang diunggah ke Instagram berisi kritik terhadap imperialisme Amerika, tuduhan kejahatan perang Israel, dan kecaman terhadap pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina — mencerminkan sebagian pandangan politik sang suami
Ia juga menunjukkan dukungan terhadap Mahmoud Khalil, lulusan Columbia University yang saat ini terancam deportasi oleh pemerintahan Trump karena advokasinya untuk Palestina dianggap sebagai bentuk “antisemitisme.”
Suara dari Seorang Seniman
Duwaji, yang kini menetap di Brooklyn, menghabiskan sebagian besar masa pandemi Covid-19 di Dubai, tempat keluarganya tinggal.
Dalam wawancara dengan situs YUNG pada April lalu, ia berbicara tentang situasi di Timur Tengah, kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, dan meningkatnya razia imigrasi.
“Aku tidak akan berbohong — situasi di New York City sedang suram,” ujarnya. “Aku khawatir dengan teman-teman dan keluargaku, dan rasanya semua hal benar-benar di luar kendaliku.”