“Ketika begitu banyak orang dipaksa bungkam oleh rasa takut, satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah menggunakan suaraku untuk berbicara tentang apa yang terjadi di Amerika Serikat, Palestina, dan Suriah, sebisa mungkin,” tambahnya.
Ketika ditanya tentang tanggung jawab seniman terhadap isu-isu global, Duwaji mengatakan bahwa baginya, seni bukan sekadar ekspresi pribadi, melainkan alat untuk bersuara terhadap ketidakadilan — baik di kampung halamannya maupun di tempat ia kini menyebutnya rumah.***