nasional

Ratusan Pelajar Gunungkidul Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi Makanan MBG, Pemerintah DIY Lakukan Investigasi Cepat

Jumat, 31 Oktober 2025 | 10:08 WIB
Ratusan Pelajar Gunungkidul Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi Makanan MBG, Pemerintah DIY Lakukan Investigasi Cepat (Bupati Gunungkidul, Endah Subekti saat menjenguk para siswa yang diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap MBG. (Instagram/humasjogja))

Dalam kunjungannya, Endah memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis oleh rumah sakit dan puskesmas terdekat.

Bupati juga memeriksa langsung fasilitas dapur MBG, mulai dari ruang penyimpanan bahan makanan, tempat pendinginan, hingga area pencucian alat makan.

Endah bertemu dengan kepala dapur serta penanggung jawab kegiatan untuk mengevaluasi proses penyelenggaraan MBG.

Kepada pihak pengelola dapur, Endah menegaskan pentingnya memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan agar insiden serupa tidak terulang.

Baca Juga: Cek Disini! Info Jadwal dan Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Kumai Menuju Semarang Periode 2-15 November 202

“Karena taruhannya adalah nyawa para siswa,” ujar Endah.

Kebersihan dan Proses Masak Jadi Sorotan

Endah mengingatkan bahwa kapasitas produksi yang besar menuntut persiapan lebih dini, yang justru bisa meningkatkan risiko kontaminasi jika tidak diimbangi dengan pengelolaan sanitasi yang baik.

Bupati Gunungkidul itu menilai bahwa proses memasak dalam skala besar perlu dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap suhu, waktu penyimpanan, serta pengiriman makanan.

Baca Juga: Yuk Catat! Jadwal dan Tarif Kapal KM Dharma Ferry 2 Rute Ketapang – Semarang PP Periode 2-14 November 2025

“Semakin banyak jumlah porsi yang harus dibuat, jam masak juga semakin dini. Ini berpotensi besar membuat makanan mudah terkena bakteri,” katanya.

Endah menekankan agar seluruh pihak yang terlibat di dapur MBG lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan dan tidak memaksakan penggunaan bahan yang sudah meragukan kualitasnya.

“Pakai hati dan perasaan. Kiranya ada makanan, bahan makanan yang memang basi atau meragukan, supaya tidak dikirim, karena taruhannya nyawa anak kita,” pesan Endah.***

Halaman:

Tags

Terkini