WWF-Indonesia dan KLH Tandatangani MoU Penting untuk Perkuat Aksi Bersama dalam Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan di Indonesia

photo author
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:44 WIB
WWF-Indonesia dan KLH Tandatangani MoU Penting untuk Perkuat Aksi Bersama dalam Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan di Indonesia
WWF-Indonesia dan KLH Tandatangani MoU Penting untuk Perkuat Aksi Bersama dalam Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan di Indonesia

KLIK SAJA - WWF-Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup Tingkatkan Kolaborasi Multipihak untuk Atasi Polusi Plastik, Krisis Iklim, dan Hilangnya Keanekaragaman Hayati

WWF-Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup memperkuat kerja sama lintas sektor melalui kegiatan Plastic, Climate, and Biodiversity Forum.

Forum ini digelar pada Selasa (28/10) di Jakarta sebagai upaya nyata untuk membangun sinergi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, serta pihak swasta dalam menghadapi tiga isu besar: polusi plastik, krisis iklim, dan krisis keanekaragaman hayati.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, yang memberikan sambutan dan arahan terkait arah kebijakan pengelolaan lingkungan ke depan.

Baca Juga: Santai Tapi Tegas, Menkeu Purbaya Dapat Sorotan Publik karena Gaya Koboi dan Pesan Optimisme Ekonomi Nasional

Turut hadir pula CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, yang mendampingi Menteri selama kegiatan berlangsung.

Forum kolaboratif ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan antara WWF-Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), dan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara KLH/BPLH dan WWF-Indonesia.

Kesepakatan ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk bekerja sama dalam mengembangkan program lingkungan berkelanjutan, meliputi pengurangan sampah plastik, mitigasi perubahan iklim, serta pelestarian keanekaragaman hayati.

Melalui kolaborasi multipihak ini, diharapkan muncul langkah konkret yang mampu memperkuat ekosistem keberlanjutan di Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Selain itu, dalam acara yang sama, WWF-Indonesia juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta untuk mendorong pelaksanaan prinsip-prinsip pelestarian di tingkat daerah.

Baca Juga: Cak Imin: Ekspansi Alfamart dan Indomaret Membunuh UMKM di Kampung-Kampung Indonesia

Diskusi yang menghadirkan peserta dari berbagai pemangku kepentingan ini menyajikan narasumber ahli, seperti Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Adib Awaludin, Kepala Seksi Pengurangan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dan Dewi Lestari Yani Rizki, CCO WWF-Indonesia dan juga Andreas Røise Myrhvold, WWF Norway untuk koordinator Program No Plastic In Nature. Ketiga narasumber kunci ini menyoroti keterkaitan antara polusi plastik, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Diskusi publik ini memiliki tujuan spesifik, yaitu mewujudkan kolaborasi multipihak untuk mengatasi ketiga isu: solusi sampah plastik, percepatan penanganan krisis klim, dan solusi hilangnya keanekaragaman hayati (atau lebih dikenal dengan "Triple Planetary Crisis”).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X